| Bagaimanakah dengan kekeliruan yang terjadi pada hisab? |
|
|
|
|
Sebagaimana dikemukakan, kekeliruan utama perhitungan (hisab) terletak pada kesalahan objektif, misalnya kesalahan menghitung, kesalahan memasukkan atau menggunakan data, menggunakan tabel, atau kesalahan menggunakan anggapan ilmu pengetahuan. Walaupun demikian, ini masih lebih baik daripada kesalahan subjektif. Ada perbedaan di antara dua jenis kesalahan ini. Kekeliruan objektif dengan mudah diketahui secara terbuka dan rasional; sedangkan kekeliruan subjektif sulit diketahui orang lain, karena sulitnya mengukur kondisi kejiwaan seseorang. Selain dapat segera diketahui, kesalahan objektif pun dapat segera ditanggulangi. Misalnya, untuk menghindari kekeliruan pemasukan data dan perhitungan, digunakan peralatan seperti kalkulator dan komputer. Pemasukan data juga dapat dibuat lebih otomatis. Misalnya, program komputer mawaqit rancangan ICMI Orsat Belanda memerlukan pemasukan data tahun, bulan, tanggal rukyah, dan tempat (tepatnya posisi atau koordinat) rukyah. Lewat program komputer ini, dalam waktu beberapa detik dapat diketahui posisi hilal, ketinggian dan azimutnya, waktu matahari terbenam, kapan bulan (hilal) terbenam, berapa kuat cahaya hilal dibandingkan dengan cahaya bulan purnama, dan sebagainya. Dengan bantuan komputer, kekeliruan objektif manusiawi dapat dihindari, paling tidak diminimalkan. Karena cepatnya perhitungan, maka untuk menekan kekeliruan sampai sekecil-kecilnya, perhitungan dengan komputer ini dilakukan berulang-ulang sampai diyakini tidak ada kesalahan pemasukan data. Ini mudah dilakukan karena sekali perhitungan hanya memerlukan waktu kurang dari semenit. Tentu saja, cara ini sulit dilakukan lewat cara tradisional yang menggunakan tangan. Hisab 'urfi, yang tujuannya terbatas menentukan apakah suatu bulan qamariyah itu 29 atau 30 hari, tentu tidak banyak membutuhkan komputer. Berbeda halnya dengan hisab taqribi maupun tahqiqi, yang dapat dilakukan dengan bantuan komputer lewat proses pemasukan data (data entry) secara berulang-ulang. |