| Idul Adha Kemungkinan Tidak Berbeda |
|
|
|
| Oleh Machendra |
| Jumat, 30 November 2007 00:00 |
|
Yogyakarta- Berbeda dengan Idul Fitri 1428H yang ada perbedaan penentuan hari nya, untuk Idul Adha 1428H kemungkinan besar akan dilaksanakan bersamaan, baik yang menggunakan metode Rukyat ataupun dengan metode Hisab Hakiki. Hal tersebut disampaikan wakil ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Oman Fathurohman, yang disampaikan melalui sambungan telepon pada redaksi muhammadiyah.or.id, Jum’at (30/11/2007). Dalam keterangannya Oman memperkirakan bahwa hari raya Idul Adha yang bertepatan dengan 10 Dzulhijah kemungkinan besar akan bersamaan, baik ormas yang menggunakan metode Rukyat atau yang menggunakan metode hisab. “Untuk metode Hisab tanggal 1 Dzulhijah 1428H akan jatuh pada hari Selasa tanggal 11 Desember 2007, sehingga untuk Idul Adha yang bertepatan dengan 10 Dzulhijah akan jatuh pada hari Kamis tanggal 20 Desember 2007,” ungkapnya. Posisi Hilal pada saat tanggal 11 Desember menurut Oman, akan berada 6 derajat diatas ufuk untuk wilayah Yogyakarta, dengan posisi ini HilalHilal pada saat 1 Syawal yang bertepatan tanggal 12 Oktober menurut perhitungan hisab yang tingginya kurang dari 1 derajat. Oman menambahkan, secara perhitungan Hisab memang akan bersamaan, tetapi semuanya masih tergantung dari sidang Itsba yang akan diselenggarakan sekitar tanggal 9 dan 10 Desember 2007. “Kemungkinan besar memang akan bersamaan tetapi masih menunggu sidang (Itsba), karena secara matematis Hilal memang akan terlihat tetapi apabila cuaca buruk pada saat itu (sidang Itsba), dan Hilal tertutupi awan maka hasilnya akan berbeda,” jelasnya. akan terlihat jelas oleh mata sehingga sebagian umat Islam yang menggunakan metode Rukyat akan lebih leluasa melihat, dibandingkan dengan Muhammadiyah Telah Memutuskan Muhammadiyah menurut Oman, melalui Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lama memutuskan tanggal 10 Dzulhijah 1428H yang jatuh pada tanggal 20 Desember 2007 yang berbarengan saat ditetapkannya tanggal 1 Ramadhan 1428H, sehingga warga Muhammadiyah jelas akan melaksanakan hari raya Idul Adha pada tanggal 20 Desember 2007. “PP Muhammadiyah sudah lama menetapkan hari Idul Adha 1428H berbarengan saat mengeluarkan keputusan awal 1 Ramadhan, ini (hari Idul Adha) berbeda dengan penetapan 1 Syawal yang memang terkesan lambat karena harus menunggu presentasi dari Majelis Tarjih dan berbagai pertimbangan lain,” terangnya. Lebih lanjut menurut Oman, penetapan 1 Syawal 1428H kemarin terkesan lambat karena memang banyak pertimbangan, bahkan menurutnya Majelis Tarjih harus presentasi pada PP Muhammadiyah untuk mempertahankan argumentasi mengenai metode Hisab Hakiki yang dipakai sebagai dasar penetapan 1 Syawal. Menurut Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas dalam pernyataannya tanggal 1 Oktober 2007 juga membenarkan bahwa, segala keputusan yang diambil PP Muhammadiyah telah diujikan dan dipertahankan metode ilmiahnya serta dasar Qur’an dan Hadistnya bersama Majelis Tarjih dan Tajdid. (mac) Arsip : www.muhammadiyah.or.id |