Ikut Saudi, Bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan PDF Cetak E-mail
Oleh Arif Nur Kholis   
Rabu, 19 Desember 2007 00:00
Yogyakarta-Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Yunahar Ilyas menyatakan bahwa kalau kita di Indonesia mengikuti penetapan 1, 9 dan 10 Dhulhijjah sama dengan penetapan Kerajaan Arab Saudi, berarti bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan. Demikian dikatakan pada acara Press Conference penjelasan Muhammadiyah berkaitan dengan perbedaan awal Dhulhijjah 1428 H antara Muhammadiyah dan Kerajaan Arab Saudi, jum’at (14/12/2007) di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Cik Di Tiro Yogyakarta.

Menurut Yunahar, secara hukum fiqh, puasa arafah itu tanggal 9 Dhulhijjah. Namun seperti hal nya pada penentuan hari raya Idul Fitri yang lalu, ada perbedaan penentuan tanggal 9 Dhulhijjahnya. ”Jadi menurut pemahaman Muhammadiyah, puasa Arafah bila  tidak sama dengan wukuf di Arafah tidak masalah , berkaitan perbedaan penentuan tanggalnya”. Dengan demikian Muhammadiyah tetap menetapkan hari puasa arafah 1428 H pada hari Rabu tanggal 19 Desember 2007, dan Idul Adha pada hari Kamis, tanggal 20 Desember 2007 sesuai Maklumat PP Muhammadiyah no.06/MLM/I.0/E/2007 . Sedangkan penjelasan mengenai perbedaan dengan Arab Saudi dikeluarkan dalam Penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang bisa di Download di website ini.

Lebih lanjut Yunahar menerangkan bahwa penentuan wukuf di Arafah ini secara politis memang berada pada wewenang pemerintah Arab Saudi. Karena itu Yunahar menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak akan menggunakan Politik Keagamaan, namun menganut Ilmu Pengetahuan yang diyakini.

Sementara itu, Drs. Oman Faturahman dari Majelis Tarjih dan Tajdid menambahkan bahwa penentuan dari kerajaan Arab Saudi yang berdasarkan kesaksian Rukyah itu seharusnya tidak bisa diterima. Hal ini karena laporan melihat hilal itu terjadi pada waktu yang tidak mungkin terjadi. Menurut Oman, hal ini juga dikuatkan dalam pernyataan bersama 22 astronom Tmur Tengah yang menyatakan bahwa kesaksian dilihatnya hilal di wilayah Makkah pada hari ahad, 9 Desember 2007 adalah hal yang mustahil. Untuk keterangan lainnya bisa dilihat di website ilmufalak.org  (arif)

Arsip ; www.muhammadiyah.or.id 

 
CURRENT MOON