Dasar Pemikiran Pendirian Lembaga PDF Cetak E-mail

Pada masa sekarang ini ilmu falak telah menjadi barang langka dan para ahli falak telah berguguran satu persatu. Padahal sesungguhnya ilmu ini sangat penting bukan saja karena dalam beberapa hal tetap diperlukan tetapi juga lebih dari itu memiliki makna yang sangat penting dalam mengapresiasi peradaban Islam.

Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat yang dianggap sebagai pelopor pengguna falak ternyata juga tidak memiliki basis yang kuat dan memadai. Akibatnya, kelangkaan kader di bidang ini sangat dirasakan di kalangan Muhammadiyah.

Menyadari akan ketertinggalan tersebut dan guna mendorong percepatan kemajuan persyarikatan Muhammadiyah di bidang falak, maka jalan terbaik yang perlu dilakukan adalah membangun basis pendidikan di bidang falak. Untuk itu, perlu berinvestasi di bidang falak sebagai bagian dari upaya melahirkan sumber daya manusia berkualitas, yang mempunyai keunggulan tehnikal, sehingga siap menghadapi kompetisi antarbangsa di era global.

Oleh karena itu, dengan penuh kesadaran untuk berkiprah di dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia di bidang falak, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, memandang perlu mendirikan Pusat Studi Falak Muhammadiyah. Pada tanggal 8 Rabi'ul akhir 1428 H/ 26 April 2007 Pusat Studi Falak ini diresmikan oleh Prof. Dr. Din Syamsuddin Ketua Umum Pimpinan Muhammadiyah pada saat Sidang Tanwir di Hotel Garuda Yogyakarta. Pendirian Pusat Studi ini didasari oleh dua pertimbangan, pertama adanya tuntutan dari sebagian warga Muhammadiyah yang ingin memperdalam ilmu falak namun belum ada lembaga yang concern dalam bidang ini. Kedua amanat Munas Tarjih ke-26 di Padang Sumatera Barat.